Webinar Hasil Penelitian Warna Dan Suara Sirine

  Minggu, 04 Oktober 2020 - 14:32:16 WIB   -     Dibaca: 128 kali

Pada 11 September 2020 dilaksanakan Webinar Hasil Penelitian bertema Penelitian Suara Sirine "Kepatuhan Masyarakat Terhadap Suara Sirine" yang telah dilakukan pada 7 September 2019 - 21 Februari 2020. Kegiatan yang dipandu oleh Marissa Kartika Dewi dengan narasumber Liem Tony D S (Hasil Wawancara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya), Yasin Nur Alamsyah H A S (Hasil Wawancara Pengemudi Ambulans RSUD Dr. Soetomo Surabaya), Johanes Dipa Widjaja (Hasil Wawancara Subdik Bingak Kum Polda Jatim), Edisah Putra (Hasil Wawancara Denpom Kogartap III Garnisun Surabaya). Kegiatan yang didampingi dosen Tomy Michael dan Kristoforus Laga Kleden ini memberikan jawaban atas problematika hukum akan hakikat sirine dalam konteks hukum. Seperti diketahui bahwa terdapat kekosongan norma terkait pengaturan sirine yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpatuhan di masyarakat. Pengaturan hukumnya hanya mengatur warna sirine dimana ketika terjadi hal mendesak, sirine tidak bisa menunjukkan fungsinya dengan baik. Terkait hal ini, tertera di Pasal 59 ayat (5) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan termaktub bahwa lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia; lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus. Kegiatan ini juga diikuti beberapa pihak terkait seperti perwakilan Pemadam Kebakaran Kota Surabaya – R Dimas Andrianto mengatakan bahwa ciri khas sirine seperti adanya suara lonceng di branwir bisa dihidupkan lagi.